MADURA (PrastariHF) Rabu, 17 Juli 2019 malam pentas seni Temu Racana Pramuka Pandega Perguruan Tinggi Islam (TRP3I) se-Jatim, NTB dan samarinda di IAIN Madura terguncah oleh kontingen IAIN Kediri. Penampilan seni drama yang mengkisahkan putri Kediri Sanggramawijaya yaitu puti dari Kerajaan Kahuripan. Dengan penjiwaan para pemerannya. Alur cerita yang dimainkan berhasil menghipnotis para penonton. Terlebih dalam drama tersebut juga menampilkan tari-tarian khas Jawa menambah keseruam drama tersebut.
Kak Sofa Fitria Rusida mengisahkan kesenian tersebut dengan semangat.
"Kami menampilkan drama berkisah tentang putri Kediri yang membawa pengaruh dalam sejarah Kota Kediri. Putri Sanggramawijaya merupakan tokoh penting yang merangsang kisah lika-liku kehidupan masyarakat Kediri pada masanya" ceritanya santai.
Sebenarnya, di Kediri putri Sanggramawija juga akrab disapa Dewi Kili Suci. Dengan latar belakang memperkenalkan kebudayaan asli Kediri. Kisah sang dewi menjadi sorotan dalam malam pentas seni yang dihiasi oleh sorak menggembirakan para peserta yang turut meramaikan malam tersebut. *Sufi* (17/07/2019)
![]() |
| Tarian khas Jawa mewarnai drama putri Kediri |
Kak Sofa Fitria Rusida mengisahkan kesenian tersebut dengan semangat.
"Kami menampilkan drama berkisah tentang putri Kediri yang membawa pengaruh dalam sejarah Kota Kediri. Putri Sanggramawijaya merupakan tokoh penting yang merangsang kisah lika-liku kehidupan masyarakat Kediri pada masanya" ceritanya santai.
Sebenarnya, di Kediri putri Sanggramawija juga akrab disapa Dewi Kili Suci. Dengan latar belakang memperkenalkan kebudayaan asli Kediri. Kisah sang dewi menjadi sorotan dalam malam pentas seni yang dihiasi oleh sorak menggembirakan para peserta yang turut meramaikan malam tersebut. *Sufi* (17/07/2019)










