KEDIRI (prastarihf) Selasa malam, 25 September 2018 menjadi
malam puncak Inagurasi dan Demo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Kediri. Gedung
Sport center menjadi riuh oleh gemerlapnya kreasi seni oleh para penggiat UKM. Berbeda
dari UKM - UKM lain yang cenderung menampilkan seni modern, UKM Pramuka IAIN
Kediri menampilkan kesenian Jaranan yang merupakan warisan leluhur Kota Kodiri.
Sejak awal terbentuknya UKM Pramuka, kesenian Jaranan selalu menjadi icon bagi
Gerakan Pramuka IAIN kediri sebagai wujud mencintai kebudayaan lokal dengan
tetap melestarikannya.
![]() |
| kemeriahan seni Jaranan oleh Pramuka IAIN Kediri *foto Khozin* |
Pemangku Adat Racana KH. Hasyim asy’ari kak Ahmad Zainul Muttaqin
Khilmi memberi apresiasi kepada anggota Pramuka IAIN Kediri yang dengan
semangat menampilkan kesenian jaranan pada malam puncak Inagurasi dan Demo UKM.
“Pramuka IAIN Kediri menampilkan kesenian Jaranan dengan
sangat bagus, meskipun lelah mereka tetap tampil semangat dalam mengenlkan UKM
Pramuka dan budayanya dihadapan Mahasiswa IAIN Kediri. Ada 1 pelajaran yang bisa
dipetik, bahwa sekecil apapun proses yang kita lakukan akan ada balasan yang
baik di lain hari.” ungkapnya.
Tepuk tangan yang meriah terus berlangsung selama penampilan kesenian Jaranan. Di luar maupun
di dalam kampus IAIN kediri, pelestarian kesenian jaranan oleh Pramuka IAIN
kediri sudah terkenal sehingga sering diundang dalam beberapa acara. Mengangkat
kesenian Jaranan sebagai icon Pramuka IAIN kediri diselaraskan dengan keinginan
anggota Prastari yang peduli kebudayaan lokal. Sehingga, sebagai mahasiswa
sudah seharusnya mengambil peran dalam mempertahankannya. *Sufi*







0 komentar:
Posting Komentar